RESUME REPEATER DAN BRIDGE
Nama : Tiurma L
Gultom
Nim :
15220796
Kelas :
15.3A.02
RESUME REPEATER DAN BRIDGE
Repeater
Pengertian Repeater
Secara bahasa, kata Repeater berasal dari bahasa
Inggris “Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi
repeater yaitu pengulang kembali, atau secara lengkapnya yaitu alat yang
berfungsi untuk mengulang atau meneruskan kembali signal ke area sekitar
perangkat ini dengan lebih mudah.
Definisi repeater yaitu suatu
alat atau perangkat yang mempunyai fungsi untuk menyebarkan jangkauan sinyal.
Sinyal Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal dari server, yang mana tujuan hal
itu adalah untuk menangkap sinyal Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut,
repeater dibuat menjadi dua alat yakni sebagai penerima sinyal dari server
(client) dan sebagai penyebar lagi sinyal Wifi (Accesspoint). Repeater yang ada
pada ruangan merupakan suatu alat yang terpasang di titik tertentu dalam
jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal agar memiliki kembali kekuatan dan
bentuknya seperti semula.
Tujuannya adalah untuk
memanjangkan jarak yang bisa dijangkau. Hal itu diperlukan karena sinyal
mengalami perubahan bentuk dan melemah selama transmisi. Repeater pada ruangan
tersusun atas antena Yagi yang fungsinya untuk menerima sinyal di luar ruangan.
Selanjutnya, akan diteruskan ke booster untuk dikuatkan. Setelah itu,
dipancarkan dengan Antena Omni menjadikan di daerah itu ada sinyal yang lemah
menjadi lebih kuat.
Fungsi Repeater
Herlambang dan Aziz (2008) menyatakan, Repeater mempunyai fungsi sebagai
penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel kemudian
memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli di
segmen kabel lain.
Fungsi Repeater antara lain
yaitu:
·
Untuk mengcakup daerah yang
lemah sinyal dari server (pemancar)
·
Untuk memudahkan akses sinyal
Widi yang dari server.
·
Untuk meluaskan jangkauan sinyal
dari server atau pemancar.
Pemakaian repeater antara dua
segmen atau lebih segmen kabel LAN yang harus digunakan protocol physical layer
yang sam antara segmen kabel itu. Diantara contohnya dengan repeater dapat
menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.
Jenis-Jenis Repeater
Adapun jenis-jenis repeater
antara lain yaitu:
·
Telephone Repeater
Telephone Repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon
dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh menjadikan
sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih jepas.
·
Optical Communications
Repeater
Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya
menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Di
jenis repeater ini, dalam serat kabel optik ada informasi digital secara fisik
berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat dari foton yang bisa
tersebar secara mengacak dalam kabel serat optik.
·
Radio
Repeater
Radia repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk menguatkan sinyal
radio. Pada umumnya, jenis repeater ini mempunyai satu antena yang fungsinya
dan juga secara receiver dan transmitter.
Repeater jenis ini akan mengubah
frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum dipancarkan kembali. Sinyal itu
dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan bisa menembus objek penghalang.
Cara Kerja Repeater
Fungsi repeater yaitu untuk
menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal ini dapat dijalankan dengan cara
menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi.
Sebelum dipancarkan kembali,
sinyal itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua
komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan
yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal
dari transmitter, repeater akan menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa
mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih
kuat. Untuk itu, sinyal juga akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang
lebih luas.
Proses seperti itu, repeater
mempunyai dua sistem yanag sering dipakai. Sistem repeater dalam jaringan
dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.
Makna dari analog repeater yaitu
sistem repeater yang mengirimkan sinyal data berupa data analog. Analog
repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran yang
dikirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan sinyal data berupa
bentuk digital. Data seperti itu dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh
angka 1 dan 0 dan serta ada proses tambahan.
Kelebihan dan Kekurangan Repeater
Kelebihan dari repeater antara
lain:
·
Sebuah perangkat digital yang
memperkuat, membentuk ulang, atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada
sinyal input digital pada transmisi ulang.
·
Repeater bekerja pada sinyal
sinyal fisik yang sebenarnya, sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan
data yang dikirim
·
Bisa menguatkan sinyal
·
Repeater bekerja di lapisan
fisik, dilapisan pertama dan model OSI
·
Sebuah analog perangkat yang
menguatkan input sinyal terlepas dari alam (analog atau digital)
·
Kekurangan Repeater
Sedangkan kekurangan dari repeater
antara lain:
·
Tembaga untuk serat
·
Memanjangkan jarak fisik
perangkat jaringan
·
Repeater harus diletakkan pada
tempat yang tinggi
·
Tidak untuk secara serius
mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambug dengan media yang berbeda.
Bridge
Sebuah jaringan komputer LAN (Local Area Network) yang
berbeda-beda tentunya sulit untuk disatukan atau dikoneksikan satu sama lain
karena perbedaan setting yang ada. Sehingga untuk mengoneksikannya dibutuhkan
sebuah instrumen lain yang mendukung keterhubungan komputer yang berbeda-beda
LAN.
Nama alat itu adalah bridge. Bagi yang
terbiasa akrab dengan aktifitas warnet tentu sangat mengerti soal ini, apalagi
seorang teknisi network. Bahkan siswa SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan bisa
lebih memahami perkara ini. Namun sebagai penambah referensi terkait bridge,
tulisan ini dapat dijadikan alternatif awal.
Bridge adalah alat yang mampu menghubungkan
jaringan komputer LAN yang berbeda. Bridge memungkinkan sekali untuk
dilakukannya koneksi jaringan komputer semisal Ethernet dengan fast Ethernet,
ataupun segala tipe jaringan yang serupa maupun sama namun dalam wilayah LAN
yang berbeda. Itulah sedikit pengertian bridge.
Alat ini, bridge, melakukan pekerjaannya di
dalam data link layer model OSI (Open System Interconnection). Oleh sebab itu,
bridge sangat dimungkinkan untuk bisa menyambungkan jaringan komputer yang
menggunakan transmission mode atau medium access control yang tidak sama atau
berbeda-beda.
Selain itu, bridge juga merupakan alat yang
dapat mempelajari alamat link yang dimiliki oleh setiap perangkat yang
terkoneksi dengannya. Bahkan mengatur alur frame berdasarkan alamat-alamat yang
dimiliki. Setelah mengetahui sepintas tentang bridge, Anda akan mencoba
mengenal pengertian bridge dan fungsinya.
Fungsi Bridge
Pengertian dan fungsi bridge tentu saja saling menyangkut satu sama lain. Maksudnya, fungsi dari bridge sudah pasti ditentukan oleh definisi tentang bridge itu sendiri. Sehingga tanpa menggali pemahaman yang terlalu dalam Anda sudah dapat mengerti mengenai fungsi bridge yang sebenarnya.
Bridge memiliki beberapa fungsi
yang jelas memudahkan koneksi komputer berbeda LAN dengan jumlah yang cukup
banyak. Tanpa menggunakan bridge mustahil komputer yang berbeda LAN tersebut
dapat saling terhubung atau terkoneksi. Berikut ada beberapa fungsi bridge yang
dapat Anda jadikan referensi.
·
Menghubungkan dua buah jaringan
komputer LAN yang sejenis sehingga mempunyai jaringan LAN yang lebih
berkapasitas besar melalui ketentuan LAN yang dikonfigurasi sebelumnya tanpa
bridge.
·
Mengoneksikan beberapa jaringan
komputer yang terpisah, baik itu dari tipe jaringan yang sama maupun yang
berbeda-beda.
·
Bisa juga berfungsi sebagai
router pada jaringan komputer yang terbilang luas, pada bagian ini sering
dinamakan dengan istilah ‘bridge router’.
·
Mengcopy atau menyalin frame
data dari sebuah jaringan ke jaringan yang lain, dengan alasan jaringan
tersebut tetap terhubung.
Sedikit daripada pengertian dan
fungsi bridge yang tertera di atas masih sebagian. Pada kenyataannya, bridge
masih mempunyai fungsi yang lebih beragam. Seperti diantaranya tugas bridge
yang memetakan alamat Ethernet dari satu titik atau node yang dimiliki oleh
masing-masing komputer, dan hanya dapat melintasi bridge bagi lalu lintas yang
diperlukan.
Hal lain yang selanjutnya akan
membuat Anda sangat terbantu dengan bridge ialah apabila Anda mengaktifkan mode
bridge. Pengertian mode bridge ialah mode yang mengatur bridge untuk koneksi ke
internet secara lebih valid. Terdapat dua jenis model bridge, yakni mode bridge
itu sendiri dan mode AP-bridge.
Mode bridge dimanfaatkan sebagai
access point atau pemancar akan tetapi pelayanannya terbatas pada pelayanan
satu client saja, disebut juga dengan PTP (Point to Point). Mode ini dapat
digunakan bagi network yang sifatnya routing ataupun bridging. Guna menggunakan
mode ini, perangkat routerboard minimal memiliki lisensi level tiga.
Mode AP-Bridge kebalikan dari
mode bridge. Apabila mode bridge hanya dapat melayani satu client, mode
AP-bridge mampu melayani banyak client. Digunakan sebagai pemancar access point
atau pemancar yang melayani client banyak, disebut juga dengan PTMP (Point to
Multi Point). Untuk menggunakan mode ini, routerboard minimal berlisensi level
empat.
Meski sekilas nampak sama, perlu
Anda ketahui bahwa mode bridge berbeda dengan moder router. Pengertian bridge
dan router saja sudah cukup lumayan berbeda. Jika bridge menjadi penghubung komputer
berbeda LAN agar memiliki IP yang sama, maka router sebagai penghubung jaringan
dengan ISP (Internet Service Provider).
Sebagai contoh untuk mengetahui
perbedaan bridge dan router singkatnya seperti ini; Perusahaan Hosting punya
tiga gedung, gedung A,B,C. Gedung A merupakan gedung pusat bagi network
komputer bagi B dan C. Untuk mengkoneksikan B dan C ke A maka diperlukanlah
setting bridge antar gedung agar terhubung semua perangkat komputernya.
Sayangnya, perusahaan tisu yang
telah berhasil mengoneksikan perangkat di masing-masing gedung belum bisa
mengakses internet. Maka untuk menyinkonisasikan jaringan network yang telah
disetting bridge tadi diperlukan kehadiran router agar jaringan yang telah ada
dapat meneruskan rute jaringan ke ISP (Internet Service Provider).
Penggunaan bridge tidak dapat
Anda pandang sepele apabila Anda berkegiatan sebagai networker atau penyedia
layanan jaringan yang dituntut punya koneksi ke internet.

Comments
Post a Comment